Dengan kegencaran seni teater di daerah Jombang saat itu, lahirlah sebuah perkumpulan pelajar pecinta seni peran, sastra, dan kreatifitas. Dengan dipromotori dan didukung penuh seorang seniman, sastrawan dan muda yang bernama Drs. Nachrowi M.Pd.I, teater inilah berjalan dengan baik. Berlatih, berlatih dan berlatih adalah bukti kesungguh-sungguhan para pelajar pecinta seni itulah dalam mewarnai perjalanan kariernya.
Teater Alief, begitulah nama yang tertera pada perkumpulan itu, tepatnya di sebuah Yayasan Pondok Pesantren Tebuireng di sekolah Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng. Teater Alief mulai merangkak dan berkarya, dengan salah satunya aktif dalam kegiatan Porseni, Maulud Nabi, MOS, dan lain sebagainya.
Masa demi masa terus jaya, hingga pada saat sang promotor mmeninggalkan sanggar mulailah terlihat kevakuman (2005), namun semangat masih terwujud dengan adanya Pembina baru, yaitu teman dekatnya Drs. Nachrowi M.Pd.I bernama bapak Drs Prasetio
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas kritik dan sarannya