aku cinta alief

Sabtu, 26 Desember 2009

Puisi


Sepanjang Nafas

Sepanjang nafas menghela, oksigen berdesakan memasuki lobang-lobang hidung, bergantian mengisi relung-relung rongga dada, mengalirkan darah merah, memompa jantung, membuang kentut dan kasut, menggerakkan raga, menghidupkan sukma, dan menahan jiwa.
Sepanjang nafas menghela, mata berkedip, lensa tersapu peluh, suara berdendang dalam gendang telinga, berbunga menangkap suara dari angin berpantul, otot menarik dan mengulur menggeret kerut, menusuk tulang, keroposkan rapuh, gelang-gelang sendi berlari mengejar mati yang tak kutemui.
Sepanjang nafas menghela, mati kan pasti ku dapati, hampa semua yang ku rasa, sia segala yang ku coba, lahatlah meliang tempat jasad berselimut tanah, tidur panjang dengan tenang.

Rabu, 23 Desember 2009

Inspirasi


Berteater itu berjuang, Berjuang itu bekerja, Bekerja itu beribadah (Putu Wijaya)

Ini adalah wejangan beliau kepada teater alief, terus bersemangat, berjuang dan beribadah. Tanpa bekerja, kita hanya menjadi insan hampa, tanpa berjuang, kita cela, tanpa beribadah, kita hina.

Minggu, 20 Desember 2009

lihatlah kami

Lihatlah kami

Gerak dalam buta

Bicara dalam bisu

Mendengar dalam tuli

Berjalan dalam pincang

Siapa yang mau menuntun kami

Kami harap selalu

Jumat, 11 Desember 2009

Renungan

Dalam perenungan panjang kami temukan berjuta mutiara hikmah, dalam pencarian panjang kami temukan keanekaragaman kehidupan, dalam tuntuna panjang kami dapatkan makna kehidupan. Kami terlahir tanpa ari-ari, tanpa menstrubasi, tanpa bentuk dan rupa. Kosong bagai angin, lembut bagai air, hampa bagai goa, panas bagai api, keras bagai karang. Kami adalah bumi, langit dan jagat raya. Menyatu dalam kehampaan dunia.