kegundahan jangan diembat sendiri
nyatakan pada angin jika tak mau berbagi
dengan konsentrasi
partikel pintamu akan dibawa melalui celah kecil
untuk sampai disinggasana-Nya
yakinlah sahabatkubuanglah pernyataanmu
bagai kain kafan belum terpendam
Minggu, 19 Desember 2010
Rabu, 08 Desember 2010
puisi ku hari ini
secangkir kopi, sebatang rokok tak lagi dapat tenangkan hati,
kemana langkah kaki, dan tatapan mata kosong tak pula damaikan diri,
resahku, gundahku,
menyatu melebur jadi satu,
nafasku, darahku,
...mengubur dalam ragu
tenagaku, lemahku,
sisakan perih yang tak tentu
aku, mayat hidup yang tak berlagu
kemana langkah kaki, dan tatapan mata kosong tak pula damaikan diri,
resahku, gundahku,
menyatu melebur jadi satu,
nafasku, darahku,
...mengubur dalam ragu
tenagaku, lemahku,
sisakan perih yang tak tentu
aku, mayat hidup yang tak berlagu
Langganan:
Komentar (Atom)



